Skip to main content

Pantai Sedahan

Cerita ini sudah pernah diposting di blogku yang lain pada tanggal 17 Februari 2018

Halo, aku kembali lagi! Blog ini akan aktif kembali berisi cerita-cerita dolanku. Untuk memulainya, aku akan bercerita tentang dolan pertama di tahun 2018. Tidak lain adalah ke kota yang membuatku jatuh cinta berkali-kali; Yogyakarta.

“Wherever you go becomes a part of you somehow.” –Anita Desai

Dolan pertama di tahun 2018! Kira-kira sekitar tanggal 5 atau 6 Januari 2018 (aku lupa) Rifqi, temanku, tiba-tiba mengajak camping di salah satu pantai di Jogja. Setelah aku bertanya-tanya tentang ajakannya, dia bilang camping bareng teman-teman di perumahannya, Perumahan Lalung. Katanya, ada teman yang aku kenal juga; Ian dan Dimas, lebih tepatnya aku diminta menemani Ian yang cewek sendiri. Akhirnya aku menyetujuinya wkwk, meski katanya kalau jadi. Jadi ceritanya masih nggantung.

H-3 sampai H-1 aku tanya mau ke pantai mana blablabla. Tapi mereka bilang belum tau mau ke pantai mana. Aku kira, kami tidak jadi camping. Sampai hari H pun, saat aku tanya mau ke pantai mana, ternyata belum tau juga wkwkwk. Akhirnya hari Jumat sore, 12 Januari 2018, aku di suruh siap-siap katanya yang penting berangkat dulu. Karena hari itu ada jadwal les, aku les dulu, les sebentar tapi, karena Rifqi dan Ian menyuruhku agar segera siap-siap. Aku segera pulang dan siap-siap, persiapan satu setengah jam sebelum berangkat wkwk, sejenis dadakan. Setelah siap, aku ke rumah Ian lalu kami berkumpul di rumah salah seorang yang akan pergi camping juga, tapi aku tidak kenal saat itu. Ian bilang Dimas tidak jadi ikut. Waduh, aku hanya kenal dengan Ian dan Rifqi dan baru hari H aku tau akan berangkat dengan siapa saja, ada enam orang, dan aku hanya kenal dua orang.

Setelah semuanya sudah siap, kami berangkat ke Gunungkidul, Jogja, masih tanpa tujuan mau ke pantai mana. Jadi partners dolanku pertama di 2018 adalah; Ian, Rifqi, Mas Willi, Mas Baskoro, Mas Kenny dan Mas Jon, baru pada sore itu aku kenal keempat mas-mas ini, dan belum pernah bertemu sebelumnya.

Kami berangkat naik motor. Di perjalanan akhirnya kami menentukan tujuan yaitu ke Pantai Sedahan.

Ohiya, peralatan camping dan logistik ternyata sudah disiapakan oleh mas-mas keren ini wkwk, dari mulai tenda dome, kompor lapangan, matras, mie, sosis, susu, dll.

Kami sholat dan istirahat sebentar di salah satu masjid yang kami temui di jalan sebelum akhirnya sampai di parkiran Pantai Sedahan sekitar jam 8-an (aku lupa), Pantai Sedahan deket juga sama Pantai Greweng. Masuk di kawasan pantai ini, dikenakan tarif Rp 5.000-10.000/orang kalau tidak salah.
Kata bapak-bapak di parkiran, untuk ke Pantai Sedahan kami masih harus berjalan kaki sekitar 20 menit. Agar tidak terlalu malam sampai di Pantai, kami segera memulai perjalanan.

YASHHH

Kami terus mencari petunjuk yang mengarah ke Pantai Sedahan. Awalnya treknya biasa saja. Semakin jauh, treknya tidak karu-karuan. Kagetnya, ternyata jarak dari parkiran ke Pantai Sedahan tidak 20 menitan seperti yang dibilang bapak-bapak itu. LEBIH DARI 20 MENIT, dan semakin jauh, treknya lumayan berat. Jalan setapak, gelap, sepi, dan becek. Aku, Mas Willi, dan Mas Baskoro memakai sandal jepit, dan sandal jepit kami copot karena treknya licin. Tapi sandalnya masih bisa dibenerin kok hehe.

Setelah berjalan kaki cukup lama dan cukup jauh, kami mendengar suara ombak, berarti pantainya sudah dekat YEEE.
Memang benar, kami sampai di Pantai Sedahan. Saat kami sampai, sudah ada beberapa tenda yang terpasang dan suara orang-orang bernyanyi. Di Pantai Sedahan ada satu warung dan beberapa kamar mandi.
Malam itu kami membagi tugas, aku, Mas Willi, dan Rifqi mencari kayu bakar untuk api unggun dan sisanya mendirikan tenda. Di sana cari kayu untuk api unggun susah.

Setelah semuanya beres, kami bersantai dan mulai memasak mie. Mas Baskoro memasakkan mie untuk aku dan Ian, hehehe. Lalu kami makan bersama di bawah langit Gunungkidul, YEE. Setelah makan, kami main kartu tapi mas Kenny memilih tidur. Mungkin sangat lelah karena sudah membawa tas carrier yang besar wkwk.
Meski kenal belum ada sehari, aku sudah cekakakan dengan mereka, dan cekakakan terus.


Saat kami akan mengakhiri bermain kartu, kami sepakat bahwa yang kalah harus menyanyi. Akhirnya yang kalah adalah Rifqi, dan dia harus menyanyi dangdut hahaha. Dia tidak hafal lagu dangdut ;( tapi tetep nyanyi kok wkwk. Setelah sekitar jam 12 an, kami memutuskan untuk tidur. Ets, kami membawa dua dome. Untung malam itu tidak hujan ya hahaha

Tapi Mas Baskoro, Mas Willi, dan Rifqi tidur di luar beralas matras. Sekitar jam 3 pagi, gerimis deras, Rifqi masuk ke dome bersama Mas Kenny dan Mas Jon. Mas Baskoro dan Mas Willi tidak kebagian tempat di dome ;(( mereka tetap tidur di luar dan memposisikan diri agar tidak begitu kehujanan. Jam 7 pagi, gerimis masih turun, dan kami sudah bisa melihat pemandangan pantai di depan kami.
Kami sarapan dengan logistik yang kami bawa; susu, mie, sosis, dll
Setelah gerimis berhenti dan matahari mulai muncul, kami mulai main-main di pantai. Sungguh, ini membuatku lupa pada hal-hal yang menyakitkan whahaha, kami cekakakan terus, dan sebelum mentas kami bermain game sambung kata. Nanti pas akhir, siapa yang paling banyak gak bisa nyambung kata, harus mandi belakangan dan jaga tenda. Yang kalah adalahhh Rifqi dan Mas Willi, yah, Rifqi kalah lagi wkwk.

Sekitar jam 12 an, kami sudah beres-beres dan siap kembali ke parkiran. Ditrek kami bertemu banyak orang yang akan balik dan juga akan ke pantai.
Setelah melewati jalan yang panjang sampai juga kami di parkiran, fyuh
Kami istirahat dulu di sana, beberapa menit kemudian kami mendengar suara keras.
Lalu orang-orang berlari ke sumber suara, kami juga ikut mendekat. Ternyata, ada mobil yang terbalik;

Rifqi, Mas Baskoro, Mas Willi, Mas Kenny, dan Mas Jon ikut membantu korban, kami tidak asing karena sewaktu perjalanan balik, kami sempat bertemu dengan mereka. Akhirnya mereka dibarengi salah seorang yang mempunyai tujuan yang sama, yaitu ke Jogja kota karena tidak mungkin semuanya tetap di mobil yang terbalik.
--
Setelah siap lagi, kami melakukan perjalanan pulangggg
FYI, warung-warung di sana harganya biasa dan tidak naik dua bahkan tiga kali lipat dari harga asli.
OHIYAAAA, di sana tidak ada sinyal samsek. Sungguh seperti terasingkan hehehe

Sekitar jam 3, kami berhenti di salah satu supermarket untuk beristirahat dan langsung membuka handphone karena sinyal sudah terdeteksi wkwk. Lalu melanjutkan perjalanan kembali ke Karanganyar, dan sekitar jam 5-an kami sampai di Karanganyar, kumpul lagi di rumah Mas Baskoro.
Berpisahlah kami dan pulang ke rumah masing-masing.
FYI, budget kami adalah Rp 40.000/orang bisa ada yang lebih.
Buat yang ingin rent peralatan outdoor, di belakang kampus UNS banyak kok.
Yang aku senangkan dan tidak lupa;
- dapat keluarga baru
- pengalaman baru
- perjalanan panjang, karena aku suka pit-pitan
- sandal jebat
- mobil terbalik
- cekakakan tiada henti
- dan banyak sekaliiii
TIPS;
1. persiapan matang
2. pergi bersama teman yang solid; tidak egois
3. membawa mantol dan senter
4. membawa sepatu dan sandal
5. ganti baju secukupnya
6. dan jangan lupaaaa barang-barang pribadi yang diperlukan
ya aku rasa kalian sudah mengerti, hanya meningatkan
karena barang bawaan dan persiapan tergantung kemana kita akan berjelajah.
(dari kiri ke kanan; Mas Kenny, Mas Jon, Aku, Ian, Rifqi, Mas Willi, Mas Baskoro)

Comments